Night Snack

(disarankan untuk memutar musik di video ini saat membaca)

 Pukul setengah dua belas malam, PR kimiaku tak kunjung usai, mataku mulai memberat, namun jelas aku harus menyelesaikannya demi menghindari hukuman horror  dari Bu Rasti.

 TOK TOK

 “Lisa? Buka pintunya Nak! Mama bawa snack buatmu!”

 Itu suara Mama dari luar pintu kamarku, meelakukan kebiasaannya untuk mengantarkan snack saat kau harus terjaga hingga larit malam demi membereskan tugas sekolah.

 “Iya Ma! Taruh aja di depan pintu!”

 Sayangnya, kali ini otakku sedang mauny6a fokus pada rumus entah apa di buku kimiaku, jadi mals saja jika kau harus berjalan dan membuka pintu kamar.

 “Lisa! Buka pintunya!” Mama mulai sedikit berteriak.

 “Nanti Ma, nanti!”

 Hening, tak ada suara balasan.

 “LISA!!”

 DOK DOK DOK

 Suara Mama kian nyaring, bahkan terdengar seperti teriakan. Pintu kamarku muali di gedor dengan keras. Kali ini aku memilih untuk diama saja, tidak menyahut.

 “LISA!!!!”

 DOK DOK DOK

 Gedoran pintu kian keras, layaknya sebuah usaha untuk mendobrak pintu tersebut hingga roboh.

 “BUKA PINTUNYA!!!!!”

 Aku bergeming. Tanpa bersuara aku beranjak ke ranjang, menarik selimut, dan memejamkan kedua kelopak mataku.

 Di luar, Mama masih terus berteriak dan menggedor pintu. Tetapi, tak lama kemudian,suara-suara itu terhenti. Keadaan kembali hening.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
 Tau tidak mengapa aku tak membuka pintu kamarku? Aku baru teringat, jika Mama, sejak tadi siang pergi keluar kota bersama Papa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *