Lick

based on : urban lagend story
 “Yakin Riz mau di rumah sendirian?”

 Untuk kesekian kalinya Mama bertanya mengenai sikap-sok-beraniku yang agaknya membuatnya merasa cemas.

 “Mending ditemeni Tante Arin kayak biasanya deh Riz.” Kali ini Papaikut-ikutan menambahi, mendukung kekhawatiran Mama, dan berusaha menggerogoti ‘keyakinanku’.

 “Ma, Pa, aku tuh bukan anak kecil lagi. Aku dah delapan belas tahun. Lagian Tante Arin lagi sibuk banget di kantor.”

 Mama menghela napas pasrah, dengan cekatan tangannya sibuk membereskan koper dan barang-barang yang hendak di masukkan ke mobil. “Iya deh iya, terserah apa mau Riza.”

 Singkat cerita, Mama dan Papa adalah arkeolog, dan kali ini mendapat pekerjaan di luar kota untuk menyelidiki temuan artefak kuno. Jadilah lagi-lagi aku harus di tinggal di rumah karena pekerjaan mereka. Biasanya, agar tak benar-benar sendirian, adik perempuan Mama, Tante Arin, selalu datang menemani, Namun untuk kali ini, aku memutuskan untuk mencoba sendirian saja di rumah. menginagt Tante Arin sedang sibuk-sibuknya di kantor, dan seperti yang telah kukatakan pada Mama bahwa aku bukan lagi anak kecil, aku tak perlu terus menerus di jaga.

 “Kamu nggak mau ngajak temenmu siapa gitu buat nginap disini?

 “Papa, please,I am not a child anymore.”

 Papa tersenyum masam, menyusul sikap pasrah Mama. Berulang kali ia keluar masuk rumah dan untuk memasukkan barang-barang ke dalam bagasi mobil.

 Koper terakhir, Mama dan Papa berjalan keluar,siap untuk pergi. Aku bangkit dari sofa dan mengkuti keduanya untuk berpamitan.

 Papa memelukku sebentar dan mencium keningku, membisikkan pesan-pesan kecil seperti biasanya sebelum bersangkat. “Jaga rumah baik-baik. Jangan aneh-aneh.” Aku membalasnya dengan senyuman dan acungan jempol. “Siap, Pa!”

  Giliran Mama yang berpamitan, pelukannya lebih lama dari Papa, barangkali kekhawatiran masih kuat menggelayut padanya. “Jaga diri Riz, kalau ada apa-apa telfon Tante Riza.” Aku mengangguk.
 Mama dan Papa masuk ke mobil, melambaikan tangan, dan berlalu pergi,meninggalkanku untuk benar-benar sendirian.

 Well,sendirian yang mungkin akan kusesali.
………..
(putar musik di atas saat membaca tulisan di bawah (tidak ada gambar seram kok))

 Aku sudah cerita belum aku punya seekor kucing siam warna putih? Namanya Cherry, kucing itu sudah kupelihara sejak setahun yang lalu dan selalu menjadi teman bermainku saat di rumah. Cherry punya kebiasaan unik untuk selalu menjilati tanganku ketika tidur malam. Saat aku tidur di ranjang, Cherry tidur di lantai beralas karpet dan menjilati jemariku yang terjulur keluar dari ranjang. Kebiasaannya itu membuatku merasa nyaman dan tak benar-benar sendirian.

 Kebiasaan itu juga berlaku untuk malam ini, jam telah menunjukkan waktu pukul setengah dua belas malam, sejak dua jam yang lalu aku berbaring di ranjang. Namun aku tak bisa tidur, ada yang aneh, tapi aku tak tau apa, Cherry juga masih menjilati tanganku saat kuulurkan ke bawah ranjang walau aku tak melihatnya dalam kegelapan.

 TIP TAP TIP TAP

 Suara. Entah suara apa itu, aku tak tau, dan mungkin…. aku tak ingin tau.

 TIP TAP TIP TAP

 Lagi-lagi, suara itu masih terdengar di telingaku.
 TIP TAP TIP TAP

 Kuulurkan tanganku ke bawah ranjang, Cherry masih menjilatinya. Perasaanku nyaman kembali, maka aku pun melanjutkan tidur.

 TIP TAP TIP TAP

  Sia-sia saja, suara itu terus terdengar, dan keanehan yang kurasakan kian menjadi. Bulu kudukku meremang tak mengenakkan.

 Aku….merasa takut.

 TIP TAP TIP TAP

 Asal suara itu sepertinya dari kamar mandi yang ada di kamarku, seperti bunyi tetesan air. Aneh, aku ingat dengan jelas takada kebocoran apapun disana dan aku juga sudah mematikan keran yang kugunakan sebelum tisur.

 TIP TAP TIP TAP

 Dengan penasaran dan takut, aku pun bangkit dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi. Tak kunyalakan lampu kamarku, toh cahaya samar dari kamar mandi masih bisa kugunkan sebagai sumber penerangan.

 TIP TAP TIP TAP

 Takut-takut aku memutar kenop pintu kamar mandi, sebagian diriku seolah memberi firasat tak mengenakkan jika aku membuka pintu itu.
 CKLEK……

 .
 .
 .
 .
 .
 .
 . 
 .
 “AAAAAAAAAA!!!!!”

 TIP TAP TIP TAP

 Di dalam kamar mandiku…..Cherry tergantung di langit-langit dengan tubuh hancur dan darah menetes darinya, menimbulkan suara yang terus kudengar sejak tadi.

 Di dinding kamar mandi tertulis dengan darah Cherry….

AKU JUGA BISA MENJILAT LHO!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *