aku masihlah diriku,

seorang yang tak tahu menahu
yang hanya memiliki modal nekat untuk terus mencoba,
hal baru.
seorang yang sementara ini berkelana di pulau orang,
seorang yang masih merindukan Ibunya
Ayahnya,
Adiknya,
dan sahabat terbaiknya.
bukan hal mudah pada awalnya
untuk berada jauh dari orang terdekat
dan aku terlatih,
terbiasa.
awalnya rindu menjadi penghalang
penghalang hari-hari yang kian lesu akibat rindu
penghalang semangat yang sudah tumbuh di awal 
penghalang berani tuk coba hal lebih berarti
yang paling simple, aku rindu rumah
sudah. 
saat itu,
rasanya tiada lagi kesempatan sering untuk berpamit setiap berangkat sekolah
rasanya tiada lagi kesempatan sering untuk menikmati gelak tawa canda di rumah
rasanya tiada lagi kesempatan sering untuk gila-gilaan bersama sahabat
rasanya tiada lagi kesempatan sering untuk merasakan pelukan hangat di penghujung alam sadar
sekilas terbesit sosok wanita hebat yang kian makin renta
yang buatku rindu rasakan tentramnya telinga yang mendengar tanpa menghakimi
terbesit sosok ksatria yang tak pernah merasa berjasa yang selalu tunjukkan kasih sayangnya
yang buatku rindu akan petuah dalan gurauannya
terbesit sosok ngeselin yang kini juga mengukir rindu atas diriku
yang buatku makin rindu atas sikap jailnya
terbesit sosok pemahat tawa dan peredam luka yang kini hanya terhubung lewat doa
yang buatku merasa tiada yang sama seperti mereka yang akan kutemui saat ini
untuk saat ini,
rindu bukanlah penghalang bagiku
melainkan pacu tuk melangkah maju
tuk buktikan pada mereka yang sementara ini ku tinggal.
aku takkan lemah pada rindu.
8 September 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *