Dimensr Worlds (01)

               
      Pertemuan Benang Merah
Hasil gambar untuk dimension or world
                      Pada suatu pagi dimana semua keadaan masih baik-baik saja,walaupun itu hanya menurut pandangan orang yang tidak peka saja, bagi pandangan orang-orang normal di Jepang, pagi itu adalah hari yang sibuk, sangat-sangat sibuk, itu berlaku bukan bagi para pekerja saja, tetapi pelajar juga mengalami pagi yang sibuk, dimana mereka menjalani kehidupan yang membosankan dimana mereka harus belajar, menggapai impian mereka masing-masing, dan dipaksa untuk menerima semua kenyataan yang ada, kehidupan yang membosankan menurutku, aku juga termasuk orang-orang yang menjalani kehidupan yang membosankan itu.
Tetapi walaupun kau berkomentar tentang kehidupan seperti apapun juga kehidupan tidak akan berubah, mustahil berubah jadi aku, bukan tetapi kami semua harus mau tidak mau menjalani kehidupan ini, di sekolahku malahan tidak ada hal yang menarik sama sekali untuk di kerjakan selain belajar, bermain, dan bersenda gurau dengan teman. Di sekolah ku juga seperti itu, tidak, semua tempat adalah hal membosankan, taman bermain juga termasuk hal membosankan.Di pagi hari ini aku mulai menjalani hal yang membosankan tersebut, di mulai aku di bangunkan oleh ibu ku
“Bangun, cepat bangun nanti kau terlambat ke sekolah,”kata ibu dengan pelan dan halus sambil menggoyangkan tubuh ku yang tertutup selimut.
Karena aku masih setengah sadar aku hanya terduduk saja setelah bangun,setelah melihat jam di atas meja yang menunjukan pukul 7.15 aku baru sadar secara utuh dan segera bergegas mengganti pakaian dari baju tidur ke seragam sekolah, ibu ku melihat diriku yang sedang panik mengganti pakaian dia bilang”Kalau begitu ibu turun dulu, setelah selesai mengganti pakaianmu segera turun dan sarapan dulu baru berangkat ke sekolah,”ibu keluar dari kamar ku dan turun ke bawah.

Selesai mengganti pakaian aku langsung turun dan makan sarapan pagi dulu, tetapi dengan sangat cepat aku menghabiskannya lalu berangkat menuju ke sekolah dengan berlari, lari ku berhenti di depan salah satu terminal bus yang mengarah ke sekolah ku, di perjalanan itu sangat membosankan, karena sangat membosankan aku menyalakan lagu di handphone ku untuk menghabiskan waktu perjalanan yang membosankan ini, walaupun itu tidak berpengaruh banyak bagi ku.Sampai di depan gerbang sekolah yang terlihat sangat sunyi walaupun banyak sekali siswa dan siswi yang masuk melewati gerbang sekolah.

Membosankan, sangat membosankan, hal membosankan yang lain adalah saat jam pelajaran dimulai, dimana semua, tidak, hanya beberapa siswa dan siswi saja yang belajar serta berusaha untuk mendapatkan nilai terbaik untuk nilai ujian mereka, dan beberapa yang lain dari mereka, itu hanya kebalikan dimana mereka hanya bermain di dalam kelas, tidur, tidak mendengarkan apa yang guru terangkan, bahkan membolos pelajaran.Itu semua sudah biasa di lingkungan sekolah di mata ku itu semua sangat membosankan menurut ku, waktu istirahat mereka menuju ke kantin sekolah untuk membeli makanan, ada yang berlari ada juga yang berjalan, sedangkan aku hanya duduk di bangku  ku, “Hei, Haruto”panggilan dari suara orang yang tidak asing di telingaku.
pemilik suara yang memanggil nama depan ku tadi dari teman ku yang sekarang kedua perempuan tersebut ada di samping kanan bangku sekarang, berdiri dengan membawa bento di tangan mereka ,masing-masing “Kita makan siang bersama saja, oke,”ajakan dari Arisa. Karena aku tidak punya hal yang bisa di lakukan, jadi aku menerima tawaran mereka karena sedang bosan, untuk bento nya aku sudah di buat kan oleh ibu ku, yang rencananya akan aku makan sendiri di atap sekolah

Ke dua perempuan yang sedang makan siang dengan ku sekarang bernama Arisa dan Karen, mereka berdua adalah teman ku di sekolah setelah makan siang tidak lama bel tanda jam pelajaran selanjut nya berbunyi, dan mulailah kembali waktu yang membosankan, saat di perjalanan pulang dari sekolah aku memikirkan hal yang sama di dalam pikiran ku yaitu”Semua nya sudah pernah kualami bahkan berulang-ulang kali di kehidupan ku,”jadi itu semua terlihat membosankan di mata ku.

Pemikiran ku tidak pernah berubah sampai saat ini,tetapi itu tidak lama, saat aku berjalan di jalan penyeberangan untuk pejalan kaki, untuk pertama kali nya dalam hidup ku waktu terasa berjalan kembali bagaimana itu bisa terjadi, sejak kapan itu terjadi, dan apa pemicu nya aku tidak tahu, yang ku rasakan saat itu adalah perasaan yang berbeda dari yang pernah ku alami sebelum nya di dalam hidup ku, di rumah juga aku masih memikirkan tentang perasaan yang datang kepada ku hari ini secara terus menerus di kepalaku.

Ke esokan harinya aku terus memikirkan hal yang sama dalam kepala ku, tetapi perasan ini mulai kembali seperti semula perlahan-lahan mulai lenyap seketika tanpa jejak, dunia mulai tampak membosankan lagi bagi ku, ku hanya berpikir mungkin perasaan pada waktu itu hanya perasaan yang lewat saja seperti angin yang berhembus begitu saja.

                      Di awal pelajaran pada hari ini aku hanya mendengarkan guru yang sedang menjelaskan pelajaran seperti biasa dan itu sangat membosankan bagi ku, saat pulang sekolah aku ditemani dengan Arisa dan Karen, mungkin lebih tepatnya bukan ditemani tapi menemani mereka untuk berbelanja di mini market dan jujur saja mereka kalau berbelanja itu sangat lama juga lebih sering bertanya pada ku mana yang lebih baik, contoh”Haruto menurut mu mana yang lebih baik daging ayam bagian paha atau dada.” Bagi ku pertanyaan mereka tidak terlalu penting, ya mereka yang mau memasak kenapa harus bertanya pada ku selera ku bagi mereka kan tidak penting, seleasai berbelanja kami bertiga keluar dari mini maket.

Karena arah rumah kami berlawanan jadi kami berpisah di pertigaan jalan tepat berada di depan mini market tersebut Karen ke kiri, Arisa berjalan lurus, sedangkan aku ke kanan walaupun aku bersama dengan teman-teman ku, aku tidak merasakan perasaan seperti senang atau yang lainnya
 kadang-kadang aku berpikir apakah ini kelainan, penyakit, ataukah hal yang lain.

Tepat di penyeberangan pejalan kaki, perasaan sama tiba-tiba muncul begitu saja tapi kali ini aku akan mencari tahu dari mana perasaan ini muncul, lalu bagaimana bisa, dan apa yang bisa membuat  perasaan ku berubah begitu saja, untuk mencari tahu aku berbalik dan berjalan kembali ke belakang menelusuri jalan yang pernah aku lalui sebelumnya, dan hasilnya aku hanya berputar-putar di arah jalan yang sama”Sebenarnya, apa itu tadi,”aku merasa kalau pencarian ku sia-sia dan berniat untuk pulang kerumah di saat itulah aku melihat seorang gadis berambut putih bersinar seperti bola salju yang mengenakan pakaian berwarna ungu yang sedang menaiki tangga sebuah kuil, entah kenapa aku tidak bisa melepaskan pandanganku kepada gadis itu melihatnya membawa perasaan yang sama seperti pada waktu itu.

Aku mengikutinya menuju ke kuil tersebut dengan berlari tak peduli berapa banyak anak tangga di kuil tersebut aku tetap berlari, sampai di atas kuil aku melihat gadis itu sedang berdoa di kuil itu dengan serius aku mulai berjalan mendekati gadis itu dengan perlahan, gadis itu selesai memanjatkan   doa di kuil lalu membalikkan badannya di saat itulah kami berdua saling bertatap muka secara langsung untuk pertamakalinya dalam hidup ku aku sangat senang,walaupun itu hanya sesaat.

       

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *