Pembohong

Letih mencengkeram pelupuk matamu

Gurat-gurat keriput keji merenggut elok wajah beliamu
Para uban tau tau diri merengsek di rambutmu
Lalu dengan senyuman kau ucapkan kata palsu
“Makanlah nak, aku sudah makan sesaat lalu”
Malu malu kau tutupi tagihan demi tagihan rumahmu
Namun dalam sekejap kau ucap kata sehalus beledu penuh tipu
“Ambil uang ini nak, belilah baju baru”
Gelisah kau tatap masa depanmu
Penuh awan kelabu
Rezeki datang tak menentu
Sayangnya, sekali lagi kau menipu
“Tak usah kau pikir hari esok nak, hidupmu kan bahagia selalu”
Pembohong…
Sampai kapan kau begitu
Terus mengucap kebohanganmu
Mengapa kau begitu
Jelas-jelas aku sudah tau
Ibu…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *